Keheningan yang dalam
melingkupi Pulau Marasembe setelah pertarungan sengit melawan Lipan Besar dan
pengorbanan yang telah terjadi. Penduduk pulau keluar dari persembunyian
mereka, perlahan-lahan muncul dari rumah-rumah mereka, memandangi pemandangan
yang telah berubah di hutan. Sayap Lipan Besar yang telah menjelma mayat besar
kini tergeletak tak berdaya di antara dedaunan.
Mada berjalan perlahan menuju
tempat di mana I Waco jatuh bersimbah darah bersama Lipan Besar. Ia merenung
dalam doa diam, menghormati pengorbanan sang pendekar. Pendekar dari Tanah
Mandar telah menunjukkan kebijaksanaan sejati dengan tindakannya, memastikan
bahwa Lipan Besar tidak akan mengancam pulau ini lagi.
Sementara itu, Mada berpikir
tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Ia memikirkan cara untuk
memberi penghormatan yang layak kepada I Waco dan mengabadikan pengorbanannya
dalam sejarah Pulau Marasende. Kebijaksanaan dan tindakan berani pendekar dari
Tanah Mandar menginspirasi Mada untuk melanjutkan perjuangan dalam
mengembalikan kedamaian dan melindungi penduduk pulau ini.
Beberapa hari kemudian,
setelah pemakaman yang khidmat bagi I Waco, Mada berbicara dengan para penduduk
Marasende. Ia berbagi kisah tentang keberanian dan pengorbanan pendekar dari
Tanah Mandar, tentang rencana mereka untuk mengakhiri ancaman Lipan Besar.
Penduduk pulau yang awalnya hidup dalam ketakutan sekarang diberkahi dengan
semangat baru, semangat untuk membantu mewujudkan visi ini.
Mada dan para penduduk pulau
bekerja bersama-sama, membersihkan dan mengembangkan daerah sekitar untuk
membangun tempat yang aman dan ramah bagi mereka. Mereka memutuskan untuk
mendirikan tempat peringatan untuk menghormati keberanian I Waco dan para
pendekar lainnya yang mungkin datang di masa depan. Tempat ini akan menjadi
simbol perjuangan dan pengorbanan, mengajarkan pelajaran berharga tentang
keberanian dan persatuan.
Sementara itu, Mada tetap
berlatih dan memperkuat keterampilannya sebagai seorang pendekar. Ia
menggabungkan pengalaman dan kebijaksanaan yang diperolehnya dari pertempuran
melawan Lipan Besar, menjadi pahlawan baru bagi Pulau Marasende. Ia juga
melanjutkan pencarian untuk menjaga keseimbangan alam pulau, menghormati alam
dan makhluk-makhluk di dalamnya.
Dengan langkah teguh, Mada
berdiri sebagai pelindung Pulau Marasende. Ia tahu bahwa meskipun Lipan Besar
telah mati, tugas untuk menjaga kedamaian dan keamanan pulau ini tidak akan
pernah berakhir. Sebagai pendekar yang memiliki pengalaman dan tekad, ia siap
untuk menghadapi tantangan baru yang mungkin datang, sambil menghormati warisan
dan pengorbanan yang telah membentuk legenda baru Pulau Marasende.
0 komentar:
Posting Komentar